Hukum Mengqadha' Shalat Yang Terlewat

Ancaman Allah Terhadap Orang Yang Melalaikan Shalat

Shalat adalah kewajiban utama tiap muslim.
Dan hal-hal yang sekiranya membuat seseorang
terhalang dari melakukan shalat pada waktu
tertentu di tempat tertentu, tidaklah membuat
kewajiban shalat itu menjadi gugur.
Hukum Mengqadha' Shalat Yang Terlewat

Orang yang karena satu dan lain hal, terlewat
kewajiban shalatnya, tetap dibebankan kewajiban
mengerjakan shalat. Dan bila tidak diganti dengan
qadha' shalat, maka ancaman siksa sudah tegas di
dalam kitabullah.

1. Agar Tidak Disiksa Dalam Neraka


Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT
menegaskan bahwa orang yang disiksa di dalam
neraka Saqar adalah mereka yang tidak
mengerjakan shalat.

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam
Saqar?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak
termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.
(QS. Al-Muddatstsir : 42-43)

2. Shalat Dihisab Pertama Kali


Amalan yang pertama kali akan ditanya di hari
qiyamat adalah masalah shalat.

َ َ‫إِنََأولََماَُياسبََالناسََبَِِهَي ومََال ِقيام َِةَ ِمنََأعماَلِِمََالصلة‬
Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab
dari manusia dari amalnya pada hari kiamat
adalah masalah shalat. (HR. Abu Daud)

Hukum Mengerjakan Shalat Qadha'



Para ulama sepakat bahwa hukum
mengqadha' shalat wajib yang terlewat tidak
dikerjakan pada waktunya itu wajib, sebagaimana
shalat hukum aslinya.
Kalau shalat Dzhuhur itu shalat yang wajib,
tetapi karena satu dan lain hal terlewat tidak
dikerjakan, maka kewajiban untuk mengerjakan
shalat Dzhuhur itu tetap ada dan wajib

Dan bila ditinggalkan tetap akan menanggung dosa besar,
sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, yaitu
diceburkan ke dalam neraka Saqar.
Al-Imam As-Suyuthi berkata bahwa setiap
orang yang dibebani kewajiban untuk
mengerjakan sesuatu, lalu tidak terlaksana, maka
dia wajib mengqadha'nya agar mendapatkan
kemashlahatan.

1. Mazhab Al-Hanafiyah


Al-Marghinani (w. 593 H) salah satu ulama
mazhab Al-Hanafiyah menuliskan di dalam
kitabnya Al-Hidayah fi Syarhi Bidayati Al-Mubtadi
sebagai berikut :

Orang yang terlewat dari mengerjakan shalat,
maka dia wajib mengqadha'nya begitu dia ingat.
Dan harus didahulukan pengerjaanya dari shalat
fardhu pada waktunya.

Ibnu Najim (w. 970 H) salah satu ulama
mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya
Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai
berikut :

Baca Juga : 

Tata Cara Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Bergambar


Bahwa tiap shalat yang terlewat dari waktunya
setelah pasti kewajibannya, maka wajib untuk
diqadha', baik meninggalkannya dengan
sengaja, terlupa atau tertidur. Baik jumlah shalat
yang ditinggalkan itu banyak atau sedikit.

2. Mazhab Al-Malikiyah


Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) salah satu diantara
ulama mazhab Al-Malikiyah menuliskan di dalam
kitabnya, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah sebagai
berikut :

Orang yang lupa mengerjakan shalat wajib atau
tertidur, maka wajib atasnya untuk mengerjakan
shalat begitu dia ingat, dan itulah waktunya bagi
dia.

Al-Qarafi (w. 684 H) salah satu tokoh ulama
besar dalam mazhab Al-Malikiyah menuliskan di
dalamnya kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut

Ibnu Najim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal.
86
Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah, jilid 1 hal. 223

Pasal pertama tentang qadha. Mengqadha'
hukumnya wajib atas shalat yang belum
dikerjakan.

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741) salah satu ulama
mazhab Al-Malikiyah menuliskan di dalam
kitabnya, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut

Baca Juga : 

Tata Cara Sholat Dhuha Bagi Pemula Lengkap


Qadha' adalah mengerjakan shalat setelah lewat
waktunya dan hukumnya wajib, baik bagi orang
yang tertidur, terlupa atau sengaja.

3. Mazhab As-Syafi'iyah


Asy-Syairazi (w. 476 H) salah satu ulama
rujukan dalam mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan
di dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 380
Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 50

Orang yang wajib mengerjakan shalat namun
belum mengerjakannya hingga terlewat
waktunya, maka wajiblah atasnya untuk
mengqadha'nya.

An-Nawawi (w. 676 H) salah satu muhaqqiq
terbesar dalam mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan
di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah AlMuhadzdzab sebagai berikut :

Baca Juga : 

Tata Cara Sholat Istikharah Yang Benar Sesuai Sunnah


Orang yang wajib atasnya shalat namun
melewatkannya, maka wajib atasnya untuk
mengqadha'nya, baik terlewat karena udzur atau
tanpa udzur. Bila terlewatnya karena udzur boleh

mengqadha'nya dengan ditunda namun bila
dipercepat hukumnya mustahab.

4. Mazhab Al-Hanabilah


Ibnu Qudamah (w. 620 H) salah satu ulama
rujukan di dalam mazhab Al-Hanabilah
menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughni sebagai
berikut :

Bila shalat yang ditinggalkan terlalu banyak maka wajib menyibukkan
diri untuk menqadha'nya, selama tidak menjadi
masyaqqah pada tubuh atau hartanya.

Al-Mardawi (w. 885 H) salah satu ulama
mazhab Al-Hanabilah menuliskan di dalam
kitabnya Al-Inshaf sebagai berikut :

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 68
Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 435

Orang yang terlewat dari mengerjakan shalat
maka wajib atasnya untuk mengqadha' saat itu
juga.

Baca Juga : 

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tahajud dan Witir


Ibnu Taimiyah (w. 728 H) salah satu tokoh
besar dalam mazhab Al-Hanabilah menegaskan
bahwa mengqadha' shalat itu wajib hukumnya,
meskipun jumlahnya banyak.

Bila shalat yang terlewat itu banyak jumlahnya
maka wajib atasnya un-tuk men-qadha'-nya,
selama tidak memberatkannya baik bagi dirinya,
keluarganya atau hartanya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah (w. 751 ) menuliskan
di dalam kitabnya Ash-Shalatu wa Ahkamu
Tarikuha sebagai berikut :

Al-Mardawi, Al-Inshaf, jilid 1 hal. 442
Ibnu Qudamah, Syarah Umdatu Al-Fiqhi, jilid 1 hal. 240


Adapun shalat lima waktu yang telah ditetapkan
dengan nash dan ijma'm bahwa orang yang
punya udzur baik tidur, lupa atau ghalabatul 'aqli
wajib mengerjakannya begitu udzurnya sudah
hilang.

Penulis : Ahmad Sarwat Lc,Ma

0 Response to "Hukum Mengqadha' Shalat Yang Terlewat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel