Siapakah Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Dakwahislami.id - Zakat fitrah biasanya dikeluarkan atau ditunaikan mendekati akhir bulan ramadhan sebelum shalat ied dilaksanakan,Ini merupakan sebuah keharusan bagi setiap umat muslim diseluruh dunia,baik itu yang masih bayi maupun yang sudah lanjut usia.

Zakat fitrah memang bersifat Kewajiban,tetapi hanya bagi kategori tertentu. Digolongkannya orang yang seharusnya membayar zakat fitrah dan yang tidak bertujuan untuk tidak memberatkan kategori yang tidak mampu dan supaya mereka mendapatkan hak yang seharusnya. Pada dasarnya, orang yang seharusnya membayar zakat fitrah yakni kategori orang yang mampu dalam mencukupi kehidupannya.

Siapakah Yang Berhak Menerima Zakat Fitri

Mampu disini didefinisikan dengan mempunyai bahan makanan lebih dari satu sha’ untuk keperluan dirinya dan keluarganya, selama sehari semalam ketika hari raya. Muslim yang sudah berkecukupan menafkahi keluarganya dan mempunyai harta berlebih, seharusnya menunaikan zakat fitrah.

Mari kita simak hadits Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berikut :

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri … sebagai makanan bagi orang miskin ….” (Hr. Abu Daud; dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)

Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu fungsi zakat fitri yaitu sebagai makanan bagi orang miskin.Sebagai bentuk penegasan bahwa orang yang mempunyai hak mendapatkan zakat fitri yaitu orang fakir dan miskin.

Lalu,apakah zakat fitrah ini hanya untuk golongan fakir dan miskin saja ? Apakah masih ada golongan lain yang berhak untuk mendapatkan zakat fitrah tersebut ?

Jawabannya ialah ada,Sebagaimana dijelasakan dalam Al-Qur'an pada surah At-Taubah : 60 Sebagai berikut:


إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ  (التوبة



“Sesungguhnya, zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah.” (Qs. At-Taubah:60)

Ayat Al-Qur'an di atas membeberkan perihal delapan klasifikasi yang mempunyai hak menerima zakat. Jika kata "zakat" terdapat dalam Alquran secara mutlak, maka artinya yaitu ‘zakat yang semestinya ditunaikan’. Oleh karena itu, ayat ini menjadi dalil yang menguraikan klasifikasi-klasifikasi golongan yang mempunyai hak mendapatkan zakat harta, zakat hewan, zakat tanaman, dan sebagainya.

Baca juga :

Meskipun demikian, apakah ayat ini juga berlaku untuk zakat fitri, sehingga delapan orang yang disebutkan dalam ayat di atas mempunyai hak untuk menerima zakat fitri? Dalam hal ini, ulama berselisih pendapat.

Pendapat ulama yang membolehkan zakat fitrah diberikan ke 8 golongann diatas


Anggapan ini adalah pendapat mayoritas ulama. Mereka berdalil dengan firman Allah pada surat At-Taubah ayat 60 di atas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan zakat fitri dengan “zakat”, dan peraturannya patut untuk ditunaikan. Karena itulah, zakat fitri berstatus sebagaimana zakat-zakat lainnya yang boleh diberikan terhadap delapan golongan diatas. An-Nawawi mengatakan, “Anggapan yang mayoritas dalam mazhab kami (Syafi’iyah) adalah zakat fitri patut diberikan terhadap delapan kategori yang berhak mendapatkan zakat harta."

Pendapat ulama yang tidak membolehkan zakat fitri diberikan ke 8 golongan dalam surah at-taubah :60


Pendapat ini dikemukakan oleh mazhab Malikiyah, Ibnul Qayyim dan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah.Berdasarkan dalil-dalil dibawah ini

Perkataan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan zakat fitri … sebagai makanan bagi orang miskin ….” (Hr. Abu Daud; diukur hasan oleh Syekh Al-Albani)

Berhubungan dengan hadis ini, Asy-Syaukani mengatakan, “Dalam hadis ini, terdapat dalil bahwa zakat fitri hanya (boleh) dikasih terhadap fakir miskin, bukan 6 kelompok penerima zakat lainnya.” (Nailul Authar, 2:7)

Ibnu Umar mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam umum memerintahkan zakat fitri dan membagikannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Cukupi keperluan mereka supaya tidak meminta-meminta pada hari ini.’” (Hr. Al-Juzajani; diukur sahih oleh beberapa ulama)

Yazid (perawi hadis ini) mengatakan, “Aku mengira (perintah itu) merupakan saat pagi hari di hari raya.”

Di samping alasan-alasan di atas, sebagian ulama (Ibnul Qayyim) menegaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiallahu ‘anhum tak pernah membayarkan zakat fitri selain kepada fakir miskin. Ibnul Qayyim mengatakan, “Bab ‘Zakat Fitri Tak Boleh Diberi Kecuali kepada Fakir Miskin’. Di antara tanda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu mengkhususkan orang miskin dengan zakat ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah membagikan zakat fitri kepada delapan golongan yang disebutkan pada surah At-taubah : 60 itu.

Beliau juga tak pernah memerintahkan hal itu. Itu juga tak pula pernah dilaksanakan oleh seorang malah di antara para sahabat, tak pula orang-orang setelah mereka (tabi’in). Melainkan, terdapat salah satu anggapan dalam mazhab kami bahwa tak boleh menunaikan zakat fitri selain untuk orang miskin saja. Anggapan ini lebih kuat daripada anggapan yang mewajibkan pembagian zakat fitri kepada delapan golongan diatas."

Catatan :

Berdasarkan keterangan dalil dan pendapat yang telah dikemukakan di atas,Jelas bahwasanya pendapat yang lebih kuat tentang siapakah orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah fakir miskin saja.Tidak termasuk ke delapan golongan yang kami sebutkan diatas.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah sedikit pengetahuan tentang ilmu agama,sehingga mudah untuk kita aplikasikan dikehidupan sehari-hari.Amin


Sumber Referensi : Konsultasisyariah.com

0 Response to "Siapakah Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel