Keutamaan Bulan Suci Ramadhan dan Dalilnya

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan dan Dalilnya

Dakwahislami.id - Ramadhan adalah bulan yang suci bagi umat islam seluruh dunia,karena pada bulan inilah diturunkannya pertama kali Kitab Al-Qur’an kepada Nabinya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada bulan suci ramadhan,seluruh umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa ramadhan yang memang telah di syariatkan di dalam rukun Islam.

Bulan Ramadhan memang bulan yang sungguh agung karena banyak disebutkan dalam Al-qur’an dan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena keistimewaannya itu Allah menjadiakan banyak keutamaan-keutamaan didalamnya yang tidak dimiliki bulan-bulan selainnya.

Syaikh Shalih Muhammad Al-Munajjid menjabarkan di antara beberapa bentuk keistimewaan bulan suci ramadhan adalah

1. Allah Azza wa Jalla menjadikan puasa di Bulan suci Ramadhan Sebagai rukun ke 4 dari rukun Islam. Sebagaimana dalam firman-Nya:



شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه 


“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (QS. Al-Baqarah: 185)

Di Dalam sebuah riwayat Ibnu Umar disebutkan juga bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallambersabda:

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari Muslim)

Baca juga : Tata Cara Mandi Junub Yang Benar Bagi Pria dan Wanita

2. Allah Ta’ala menetapkan Lailatul Qadar (Malam Seribu Bulan) yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Qadr :1-5

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,”

Allah telah mengkhususkan bulan Ramadhan dengan adanya Lailaul Qadar. Karena keutamaannya yang besar, Allah Ta’ala turunkan surat Al-Qadar. Keterangan ini juga dijelaskan oleh Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam dalam Hadits Riwayat An-Nasa’i dan Imam Ahmad:

“Bulan Ramadhan telah tiba menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup, setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).”

3. Allah menurunkan Kitab Suci Al-Qur’an pada Bulan Ramadhan


Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman dalam surah Al-Qadr:1

“Sesungguhnya Kami turunkan (Al-Qur’an) pada malam Lailatur Qadar.”

4. Allah membukakan pintu-pintu surga,dan menutup rapat pintu-pintu neraka serta membelenggu setan-setan.


Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam ia bersabda:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة , وغلقت أبواب النار , وصُفِّدت الشياطين 

“Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR. Bukhari-Muslim)

5. Allah Ta’ala menjadikan shalat dan puasa orang yang ikhlas mengharapkan (pahala) dari-Nya sebagai sebab diampuni dosa-dosa yang telah lalu.


Sebagaimana hadits Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam,ia bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه 

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR. Bukhari Muslim)

Yang maksud dari qiyam di bulan Ramadhan adalah shalat Taraweh, Artinya dia mendapatkan nilai shalat qiyam dengan menunaikan shalat Taraweh berjamaah.ini adalah pendapat dari Imam Nawawi rahimahullah

6. Puasa Ramadan menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa setahun yang telah lalu.


Pernyataan ini diriwayatkan oleh Imam muslim dengan sanad shahih:

الصلوات الخمس , والجمعة إلى الجمعة , ورمضان إلى رمضان , مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر


“Dari shalat (ke shalat) yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadan ke Ramadhan, semua itu dapat menghapuskan (dosa-dosa) di antara waktu tersebut, jika menjauhi dosa-dosa besar.”

Baca juga : Tata Cara Shalat Tahajud dan Witir Yang Benar

7. Setiap malam bulan Ramadan ada orang-orang yang Allah bebaskan dari adzab neraka.


Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda dalam hadits riwayat Ahmad:

لله عند كل فطر عتقاء 

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)”

8. Puasa Ramadan senilai dengan puasa sepuluh bulan.

Bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من صام رمضان , ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر 

“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti (puasa) enam (hari) pada bulan Syawwal, maka hal itu seperti puasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

Bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berpuasa (pada bulan) Ramadan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan (siapa yang berpuasa setelah itu) berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu (sama nilainya dengan puasa) sempurna satu tahun,”(HR. Ahmad)

9. Melaksanakan ibadah umrah di bulan suci Ramadan,sama seperti pahala haji.


Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam pernah bersabda kepada wanita dari kalangan Anshar:

”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, dan Muslim)

10. Orang yang melaksanakan shalat taraweh berjamaah hingga selesai, dicatat unutknya sama seperti qiyamul lail semalaman penuh.


Dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu,Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Bahwasiapa menunaikan qiyamul lail bersama imam hingga selesai, dicatat baginya (pahala) qiyamul lail semalam (penuh),” (HR.Abu Dawud dan Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab “Shalat Taraweh”,halaman. 15)

Demikian beberapa keutamaan bulan suci Ramadhan yang terdapat di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.Semoga dengan mengetahui akan hal ini kita jadi terpacu semangat untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.


Sumber : Kiblat.net

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel