Bolehkah Zakat Fitrah Dengan Uang ? Ini Kata Ulama

Pengertian Zakat Fitrah


Zakat Fitrah adalah zakat diri yang diwajibkan atas diri tiap-tiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan Berdasarkan syarat hukum syari. Kata Fitrah sendiri merujuk pada situasi manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia insya Allah akan kembali fitrah seperti baru dilahirkan
Penjelasan Zakat Fitrah Yang Wajib Diketahui

Hal ini Sebagaimana telah di jelaskan dari hadist Ibnu Umar ra, "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Hukum Zakat Fitrah


Zakat fitrah hukumnya bagi setiap muslim baik itu laki-laki,wanita,orang tua,anak kecil maupun bayi sekalipun.. Besar zakat fitrah yang seharusnya dikeluarkan ialah sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, kurma, sagu, gandum, dan sebagainya.

Hal ini didasarkan pada hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengharuskan untuk membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.

Bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang ?


Dalam masalah ini terdapat perbedaan dikalangan para ulama'.Ada yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang,dan ada juga yang berpendapat bahwasanya tidak sah jika zakat fitrah dibayarkan dengan uang.
Bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang

Pendapat yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang


Ulama yang mempunyai pendapat demikian ialah Al-Hasan Al-Bashri,Umar bin Abdul Aziz, Abu Hanifah , dan Atha’, Ats-Tsauri.

Diriwayatkan dari Syaikh Al-Hasan Al-Bashri, bahwa beliau mengatakan, “Tidak mengapa memberikan zakat fitri dengan dirham.”

Diriwayatkan dari Abu Ishaq" beliau mengatakan, “Aku menjumpai mereka (Al-Hasan dan Umar bin Abdul Aziz) sementara mereka sedang menunaikan zakat Ramadan (zakat fitri) dengan beberapa dirham yang senilai bahan makanan.”

Diriwayatkan dari Atha’ bin Abi Rabah, bahwa beliau menunaikan zakat fitri dengan waraq (dirham dari perak).

Dalil ulama yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan uang


Dalil riwayat yang disampaikan adalah pendapat Umar bin Abdul Aziz dan Al-Hasan Al-Bashri. Sebagian ulama menegaskan bahwa mereka tidak memiliki dalil nash (Alquran, al-hadits, atau perkataan sahabat) dalam masalah ini.

Baca juga :

Istihsan (menganggap lebih baik). Mereka menganggap mata uang itu lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang miskin daripada bahan makanan.

Pendapat yang melarang membayar zakat fitrah dengan uang


Anggapan ini ialah anggapan yang dipilih oleh mayoritas ulama. Mereka mewajibkan pembayaran zakat fitri memakai bahan makanan dan melarang membayar zakat dengan mata uang. Di antara ulama yang berpegang pada anggapan ini ialah Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad. Bahkan, Imam Malik dan Imam Ahmad secara tegas menganggap tidak sah jikalau membayar zakat fitrah mengunakan mata uang.
Pendapat yang melarang membayar zakat fitrah dengan uang

Dalil yang melarang membayara zakat fitrah dengan uang


Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Dahulu, di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami menunaikan zakat fitri dengan satu sha’ bahan makanan.” Kemudian Abu Sa’id mengatakan, “Dan makanan kami dulu adalah gandum, anggur kering (zabib), keju (aqith), dan kurma.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering ….” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan, “Dahulu, kami menunaikan zakat fitri dengan satu sha’ bahan makanan, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma, satu sha’ keju, atau satu sha’ anggur kering.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, … sebagai makanan bagi orang miskin .…” (HR.Abu Daud,hasan oleh Syekh Al-Albani)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menugaskanku untuk menjaga zakat Ramadan (zakat fitri). Kemudian datanglah seseorang mencuri makanan, lalu aku berhasil menangkapnya ….”(HR. Al-Bukhari)

Inilah sebuah artikel singkat yang dapat saya sampaikan,semoga bermanfaat dan dapat mencerahkan
sahabat pembaca semua perihal zakat fitrah.Silahkan teman-teman pilih pendapat yang menurut kalian kuat.

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Referensi : https://globalzakat.id/tentang/zakat-fitrah,
https://konsultasisyariah.com/7001-zakat-fitrah-dengan-uang.html

0 Response to "Bolehkah Zakat Fitrah Dengan Uang ? Ini Kata Ulama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel