Berjuang Untuk Malam Lailatul Qadar

Berjuang Untuk Malam Lailatul Qadar

Dakwahislami.id - Semua puji bagi Allah atas bermacam ragam kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kepada keluarganya dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Mungkin sebagian dari kita belum mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar.Kapan malam tersebut datang? Lalu adakah petunjuk-petunjuk dari malam tersebut?

Maka pada pembahasan kali ini,izinkan saya untuk sedikit memaparkan perihal tersebut diatas dengan tujuan supaya kita semua mengetahui dan dipermudahkan oleh Allah untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan.

Lailatul Qadr berasal dari bahasa Arab yakni لَيْلَةِ الْقَدْرِ, yang artinya satu malam penting yang terjadi di bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an diibaratkan sebagai malam seribu bulan dengan kata lain malam ini lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan. Dan juga dikenal sebagai malam diturunkannya kitab Al Qur'an. Dalil tentang keistimewaan malam ini bisa kita lihat pada Surat ke 97 Al-Qadar.

Keutamaan malam Lailatul Qadar


Pada 10 hari terakhir dari bulan yang penuh barokah ini terdapat satu malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan Allah melebihi malam-malam selainnya. Di antara kemuliaannya yakni Allah subhanahu wa ta'ala telah mensifatinya dengan malam yang penuh kebarokahan.Sebagaimana  dalam firman Allah Ta’ala,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4).

Makna Malam yang diberkahi pada ayat ini yakni malam lailatul qadar sebagaimana yang telah ditafsirkan pada surah Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Kemudian kemuliaan dan Keberkahan yang dimaksud juga telah disebutkan dalam ayat selanjutnya,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Kapankah Malam Lailatul Qadar Terjadi ?


Malam Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan, hal ini sebagaimana yang telah di sabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya malam lailatul qadar yakni pada malam bilangan ganjil, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Juga disebutkan pada hadits yang lain yaitu Terjadinya lailatul qadar pada tujuh malam terakhir bulan ramadhan yang diambil dari hadits Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى


“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Dan yang memilih anggapan bahwa lailatul qadar yakni malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Tapi anggapan yang paling kuat dari bermacam-macam anggapan yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun.

Bisa saja saat tahun-tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh lima atau mungkin juga pada tahun selanjutnya terjadi pada malam kedua puluh tujuh tergantung  hikmah Allah Ta’ala menghendakinya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh imam al-bukhori.

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan seputar terjadinya malam lailatul qadar di antaranya ialah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Sebab orang yang benar-benar ingin menerima sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya.

Ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada malam-malam tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang sangat banyak. Semoga Allah mempermudah kita memperoleh malam yang penuh kebermanfaatan ini.amin

Tanda-Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar 


Diantara tanda-tanda datangnya malam lailatul Qadr yakni terjadi atas beberapa hal berikut ini :

1. Udara dan angin sekitar terasa lebih tenang. Hal ini dijelaskan Sebagaimana hadis dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah terpercaya)

2. Sebagian Manusia bisa melihat dan malam lailatul Qadr dalam mimpinya.Hal ini sebagaimana yang pernah terjadi pada sebagian sahabat pada zaman Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.

3. Dan juga pada keesokan harinya,Matahari akan terbit dalam keadaan jernih, tidak ada sinar yang amat menyilaukan pandangan.Hal ini sebagaimana diriwayatkan Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

"Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim)

4. Allah menurunkan ketenangan sehingga manusia bisa dengan mudah merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kenikmatan serta kekhusu'an dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada malam-malam selainnya.


Baca juga :

Demikianlah penjelasan singkat pada kali ini yang dapat saya sampaikan,jika terdapat kekurangan mohon untuk di maafkan serta dikoreksi.Sesungguhnya kesalahan bersumber dari manusia dan kebaikan ilmu selalu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala.Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih malam tersebut. Amin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber Referensi :  www.rumaysho.com

0 Response to "Berjuang Untuk Malam Lailatul Qadar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel