Tata Cara Sholat Dhuha Bagi Pemula Lengkap

Tata Cara Sholat Dhuha Bagi Pemula Lengkap


TATA CARA SHOLAT DHUHA


Pada artikel kali ini saya akan mencoba membahas,tata cara pelaksanaan shalat sunnah dhuha mengingat banyaknya permintaan yang terekam di seacrh engine google.

Agar mempermudah teman-teman dalam mempelajarinya,saya akan tuliskan dengan terperinci,jelas dan padat supaya teman-teman yang membaca tidak dibuat bingung.Mari kita mulai pembahasannya.

Pada dasarnya gerakan shalat sunnah dhuha ini tidaklah berbeda dengan shalat-shalat lain,shalat fardhu misalnya.Semua gerakan dilakukan sama,Jadi perbedaannya hanyalah terletak pada,Niat,Doa serta waktu pengerjaannya.

Jadi buat teman-teman yang sudah terbiasa mengerjakan shalat fardhu maka tidak akan kesulitan untuk memperaktekkannya.

Jika teman-teman pembaca yang dirahmati Allah ini masih belum bisa atau masih belum tau tata cara shalat,maka saya sarankan untuk membaca dan mempelajari artikel saya sebelumnya yang membahas tentang Tata Cara Shalat Fardhu Lengkap Bergambar

Makna Sholat Dhuha


Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi shalallahu alaihi wa sallam karena keutamaannya yang besar dan di kerjakan pada waktu dhuha

Mengenai dalil-dalil penjelasannya banyak diriwayatkan dalam hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam yang bisa anda dapatkan di mesin pencari google.

Hukum Sholat Dhuha


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, " Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari hadits diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa shalat sunnah dhuha hukumnya adalah sunnah mu’akkad,yaitu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Syarat Sah Pengerjaan Sholat Dhuha 


Untuk syarat sah tidaknya shalat dhuha ini,tidaklah berbeda dengan shalat fardhu yaitu seperti :

1. Menghadap Kiblat
2. Muslim
4. Baligh
5. Bersih pakaian dan tempat dari najis
6. Terbebas dari hadats kecil dan Besar
7. Menutup Aurat
8. Telah Masuk waktu

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha


Baiklah sekarang kita masuk ke inti pembahsan yang mana shalat dhuha ini dikerjakan paling sedikit dengan 2 rakaat seperti shalat subuh.Jumlah ini bukanlah sesuatu yang sudah final.Karena beberapa ulama tidak membatasi berapa jumlah rakaatnya hingga waktu shalat dhuha berakhir.Ada yang mengatakan rakaat pada shalat dhuha yaitu 12 rakaat.

Baca juga : 

Berapa Jumlah Adzan Pada Shalat Jum'at 

Cara Adzan Sholat Fardhu Yang Benar

Syarat Syah Adzan dan Muadzin Sebelum Shalat


Berdasarkan dari contoh Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam,terkadang beliau mengerjakan shalat dhuha 8 rakaat.Hal ini diketahui dari sebuah hadits Abu Dawud,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam."

Waktu Terbaik Sholat Dhuha


Untuk waktu shalat dhuha itu sendiri terbagi menjadi dua,berikut penjelasannya :

1. Waktu Sholat Dhuha Bagian Awal
Untuk ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

“Kerjakanlah shalat subuh kemudian tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).”

2. Waktu Sholat Dhuha Bagian Akhir
Untuk akhir waktu dalam pelaksanaan shalat dhuha ini adalah sekitar 15-20 menit sebelum shalat Dzuhur dilaksanakan.

Tetapi,ada waktu-waktu yang terbaik untuk melaksanakan shalat sunnah ini,sebagaimana penjelasannya terdapat di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

Namun waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

Beliau melihat orang-orang sedang melaksanakan shalat sunnah dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “ Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat orang-orang awwabin (taat,kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan.”(HR. Muslim)

Maknanya adalah diwaktu matahari mulai panas atau agak di akhir waktu sekitar jam 10:30 hingga menjelang Waktu dzuhur

Bacaan Niat Sholat Dhuha


Menurut mazhab imam syafi’i dan hambali,mengucapkan niat pada shalat dhuha hukumnya sunnah mu’akkad yang di niatkan sebelum melakukan takbirotul ihrom,beliau berpendapat bahwa,seseorang yang mengucapkan niat akan memantapkan hatinya dari keragu-raguan.

Sedangkan menurut pendapat Imam Mazhab Maliki dan Hanafi,melafadzkan niat yang dilakukan sebelum takbirotul ihrom adalah tidak di syariatkan,kecuali terdapat keragu-raguan didalam hatinya untuk perihal shalat yang akan dikerjakannya

Menurut Mereka ( Imam mazhab maliki dan hanafi) ,bahwasanya niat shalat cukup didalam hatii saja,karena berdasarkan pendapat beliau,melafadzkan niat adalah termasuk bid’ah,karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan

Semua tergantung kepada teman-teman semua,mau memilih pendapat yang mana? Kalau saya pribadi tetap memilih pendapat yang lebih kuat yaitu niat tanpa dilafadzkan,cukup dihati saja.

Berdasarkan imam mazhab syafi’i dan hambali,bacaan niat shalat dhuha adalah sebagai berikut: 

“ Aku niat unutk shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Adakah Bacaan Khusus Sholat Dhuha


Menurut sebuah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abidin,Untuk pada rakaat yang pertama hendaknya seseorang membaca Surah Asy-Syam,sedangkan pada rakaat yang kedua disarankan untuk membaca surah Ad-Dhuha

Baca juga : 

Tata Cara Mandi Junub Yang Benar Bagi Pria dan Wanita

Urutan Cara Berwudhu yang Benar Lengkap dengan Gambar dan Doa

Hal Hal Yang Dilarang Bagi Orang yang Berhadas


Pendapat ini diperkuat dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Uqban bin Amir,Dia Berkata,

“Kami diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat dhuha dengan membaca sejumlah surah.Di antaranya adalah Asy-Syams dan Adh-Dhuha.”

Sementara Pendapat yang ada di dalam Kitab Nihayatul Muhtaj menyebutkan bahwasanya Membaca surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas adalah yang paling Utama,Karena Surah Al-Ikhlas sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an

Terlepas dari itu semua,seorang Hamba yang apabila ia ingin mengerjakan sholat sunnah ini,boleh-boleh saja membaca surah-surah yang ia hafal dan inginkan.Karena disini tidak ada perintah wajib untuk membaca surah tertentu saat melaksanakan sholat dhuha seperti wajibnya bacaan Al-fatihah pada semua sholat.

Untuk Mempelajari Bacaan-bacaan sholat secara lengkap,bisa membaca artikel saya yang berjudul Tuntunan Bacaan Dalam Sholat Lengkap,Bisa di download,karena berupa file PDF

Bagaimana Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha


A. Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha 2 Rakaat


Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:

1. Niat sholat dhuha
Membaca niat dengan melafadzkannya atau cukup dengan niat didalam hati

2. Takbirotul Ihram
Melakukan takbirotul ihrom seperti shalat-shalat yang lain

3.Membaca Doa Iftitah
Kemudian membaca doa iftitah,untuk doa iftitah bisa teman-teman pelajari pada artikel saya tentang Tata Cara Shalat Beserta Bacaanny lengkap bergambar

4.Membaca Istiadzah 

5.Membaca Surah Al-Fatihah

6.Membaca Surah Ad-Dhuha

7.Ruku’

8.I’tidal

9.Sujud

10.Duduk di antara dua sujud

11.Sujud kedua

Kemudian Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua,dan segala gerakan dan bacaan pada rakaat kedua ini sama pada rakaat pertama,hanya saja tanpa takbirotul ihrom,istiadzah dan iftitah

12.Tasyahud akhir

13.Salam

14.Membaca doa

Dalam hal membaca doa adalah sesuai dengan hajat atau keinginan teman-teman.Tidak ada doa khusus untuk hal ini.Yang terpenting adalah doa yang dipanjatkan mesti yang baik baik.

B. Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha 8 Rakaat dan Seterusnya


Tata cara melaksanakan shalat dhuha 8 rakaat adalah sama dengan cara melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat,yang apabila telah cukup 2 rakaat maka ditutup dengan salam.Contoh jika teman-teman ingin mengerjakan shalat dhuha 8 rakaat,maka cukup dikerjakan dengan 2 rakkat ditutup dengan salam,kemudaian berdiri lagi dan mengerjakan sebanyak 4 kali,maka total seluruhnya adalah 8 rakaat.Cara yang sama juga dilakukan untuk jumlah rakaat 8,10,12 dan seterusnya.

Doa Sholat Dhuha Yang Dianjurkan


Dalam hal membaca doa adalah sesuai dengan hajat atau keinginan teman-teman.Yang terpenting adalah doa yang dipanjatkan mesti yang baik baik.
Diantara doa setelah selesai melaksanakan sholat Dhuha bisa anda baca pada arikel

Keutamaan Sholat Dhuha


Diantara sekian banyak dari keutamaan-keutamaan shalat dhuha adalah sebagai sarana untuk memohon pengampunan dosa. 

Sebagaimana telah disebutkan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tarmidzi,

“Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

Juga disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Al-Baihaqi dan An-Nasa’i,

“Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai.”

Baca juga :

Hukum Shalat jumat dan Keutamaan

Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Laki Laki

Keutamaan dan Hikmah Shalat Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah


Rasulullah menyebutkan bahwasanya orang yang mengerjakan shalat dhuha adalah tidak termasuk orang yang lalai dari mencari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala.

Ada juga hadits lain yang menyebutkan bahwa keutamaan lain dari shalat sunnah ini terhitung sebagai sedekah,yang mana pernyataan ini di riwayatkan oleh Imam muslim,

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

“ Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Dalil bahwa rasulullah sangat menganjurkan shalat sunnah dhuha ini terdapat di dalam riwayat Al-Bukhori dan Muslim,

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, " Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.”

Allah subhanahu wa ta’ala juga menjanjikan kepada hambanya yang rajin melaksanakan shalat sunnah dhuha akan dibangunkan sebuah istana disurga,hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Shahih Al-Jami’ no.634

“Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.”

Diriwayat yang lain Allah juga menjanjikan sebuah pahala setara dengan orang yang pergi melaksanakan Haji dan Umroh,Berdasarkan Hadits At-Tarmidzi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

"Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.”

Baca Juga : 

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tahajud dan Witir

Tata Cara Sholat Istikharah Yang Benar Sesuai Sunnah

Tata Cara Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Bergambar


Bagi kaum muslimin yang ingin sekali untuk supaya dimurahkan rezekinya,shalat sunnah dhuha adalah yang sangat dianjurkan,karena Allahberjanji akan mencukupkan masalah rezeki hambanya yang rajin dan taat untuk melaksanakannya.Sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi

“Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR.Ahmad)

Demikian penjelasan tentang tata cara mengerjakan sholat dhuha pada kesempatan ini,smoga kita semua dapat di permudah untuk segera melaksanakannya dan mudah-mudahan termasuk ke dalam golongan yang di beri Rahmat.Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel