Tata Cara Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Bergambar

Tata Cara Sholat Fardhu 5 Waktu

Tata Cara Sholat Fardhu 5 Waktu

Tata cara sholat yang benar adalah adalah tentunya mengikuti sifat shalatnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhori

" shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara cara shalat laki-laki dan cara shalat wanita.

Pertanyaannya sekarang,apakah selama ini kita telah menerapkan tuntunan shalat sesuai as-sunnah rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ?

Maka dari itu,berikut ini akan saja jabarkan tata cara shalat yang benar,lengkap beserta bacaan dan gambarnya,agar mudah dipahami dan di ikuti

1. Bersuci


Apabila hendak melakukan sholat, seorang muslim diwajibkan untuk bersuci terlebih dahulu dari hadas kecil maupun hadas besar. Hadas besar dapat dihilangkan dengan melakukan mandi besar atau jinabat, sedangkan hadas kecil dihilangkan dengan melakukan wudhu. Hendaklah ia menyempurnakan wudhunya sebagaimana wudhu nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

2. Sutroh (pembatas/ penghalang)


Ia Memulai Dengan menjadikan sesuatu sebagai sutroh dimana ia sholat dengannya.(HR.al Bukhari). Hal ini dilakukan apabila iya menjadi imam atau sholat sendiri. Tinggi sutroh minimal 46,2 cm (kitab al-qaulul mubin fii akhtaa-il mushallin )

3. Meluruskan shaf/Barisan


Kemudian apabila menjadi imam, hendaklah ia menoleh ke kanan seraya berkata "Istawuu"(luruskan)," dan menoleh ke kiri Seraya berkata "Istawuu"[silsilah ash-shahiihah-mukhtasharah(no. 3955)]

4. Berdiri dan niat di dalam hati

Berdiri dan niat di dalam hati

Kemudian ia menghadapkan seluruh badannya ke kiblat ( Gambar 1 ) (muttafaq 'alaih), dan niat dengan hatinya untuk mengerjakan sholat yang ia kehendaki. Tidak boleh melafadzkan niatnya dengan mengucapkan " usholli lillahi sholaata kadza wa kadza.....(saya niat karena allah untuk sholat anu dan anu..). Karena melafadzkan niat itu bid ah (mengada-ngada dalam urusan agama)

5. Takbiratul Ihram


Kemudian melakukan Takbiratul Ihram yakni mengucapkan

الله أَكْبَر

"Allah maha besar"

Kedua tangan diangkat dengan merapatkan jari-jemari dan dibentangkan (tidak mengepal). Kedua telapak tangannya dihadapkan ke kiblat, dan diangkat setinggi bahu atau sejajar dengan kedua daun telinga (muttafaq 'Alaih). (gambar 2 dan 3)
Takbiratul Ihram

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengeraskan bacaan takbiratul Ihram hingga didengar oleh orang yang berada dibelakangnya. Beliau terkadang mengangkat tangannya bersamaan dengan ucapan takbiratul Ihram, terkadang pula setelahnya, dan kadang-kadang sebelumnya. Jika beliau menjadi imam, maka orang yang makmum dibelakang beliau pun mengikuti takbirnya dengan mengucapkan "allahu Akbar". Dan ketika tegak berdiri, pandangan matanya beliau Arahkan ke tempat sujud nya (HR. Al Baihaqi dan al-hakim) (gambar 4)
bersedekap

6. Membaca do'a IFTITAH


Kemudian beliau diam sebentar untuk kemudian membaca doa iftitah. Diantara doa iftitah yang diriwayatkan dari beliau ialah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

"Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosa ku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah ah, izinkanlah diriku dari dosa-dosa ku sebagaimana baju yang putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku aku dari dosa-dosa ku dengan air, salju, dan es.(HR. Al Bukhari, muslim, an Nasa'i dan selainnya)

Terkadang beliau membaca doa iftitah berikut ini

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

"Maha Suci engkau ya Allah, (aku) memujimu, maha Suci namamu, maha Tinggi keagunganmu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau."(HR. Abu Daud. Dishahihkan oleh Syeikh al-albani)

Terkadang pula dengan bacaan

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, maha suci Allah baik waktu pagi dan petang."(HR.muslim)

7. Membaca Isti'aadzah ( mohon perlindungan)


Kemudian membaca isti'aadzah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk,dengan ucapan

أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Atau dengan ucapan

أعوذُ باللهِ السَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشيطانِ الرَّجِيمِ

"aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari setan yang terkutuk."(HR.Abu daud dan At-tarmidzi)

8. Membaca Basmalah


Kemudian membaca basmalah dengan mengucapkan

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih,Maha Penyayang."(muttafaq 'alaih)

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendesirkan(tidak mengeraskan) bacaan Basmalah nya (muttafaq 'alaih), dan tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau terus menerus mengeraskan bacaan Basmalah nya. Akan tetapi beliau terkadang memperdengarkannya kepada makmum dengan bacaan yang sir, yakni tidak terlalu mengeraskan nya, sehingga bacaan Basmalah beliau tidak akan terdengar kecuali oleh orang-orang yang ada di dekat beliau.

Baca juga : tata-cara-wudhu-lengkap

9. Membaca surah al-fatihah


Kemudian membaca surah Al Fatihah

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {2} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {5} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (3) Yang menguasai hari pembalasan (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (5) Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat (7)"

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berhenti pada setiap akhir ayat(HR. Abu Dawud dishahihkan syekh al Albani), tidak menyambungkan bacaan ayat yang satu dengan ayat setelahnya.

10. Mengucapkan amin


Setelah membaca al-fatihah, nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan " amin" dengan keras pada salat jahriyyah, diikuti oleh makmum hingga masjid Bergema. Setelah membaca al-fatihah. Beliau diam sebentar

11. Membaca salah satu surah atau ayat dari Al qur'an


Kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wasallam membaca sebagian dari Al qur'an. Terkadang beliau Shallallahu Alaihi Wasallam membaca satu surah secara lengkap dalam setiap rakaat, dan inilah yang umumnya beliau lakukan. Terkadang beliau membaca satu salah saja yang diselesaikan dalam 2 rakaat.

Dan kadang-kadang beliau hanya membaca sebagian ayat saja dari satu surah dalam Al qur'an.

Beliau membaca surat tersebut dengan cara berhenti pada setiap akhir ayat, tidak menyambungkan suatu ayat dengan ayat berikutnya.

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membaca surah al-fatihah surah yang dibaca setelahnya dengan keras pada sholat subuh, dan pada dua rakaat pertama dari sholat maghrib dan Isya. Sedangkan pada sholat dzuhur dan ashar, beliau mensirkannya.

Setelah selesai membaca surah dari Al qur'an, beliau Berhenti sejenak, saya kira kira nafasnya kembali tenang, sebelum beliau ruku'

12. Melakukan ruku'


Kemudian beliau mulai ruku', diawali dengan membaca takbir sambil mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau ujung kedua daun telinganya(seperti pada Takbiratul Ihram) (gambar 6)

Kemudian makmum dibelakang beliau mengikutinya dengan membaca takbir dan mengangkat tangan mereka. Hal ini dilakukan pula Bila seseorang sholat sendirian. Inilah yang ditunjukkan oleh as-sunnah. Jangan mengikuti pendapat orang yang melarang untuk mengangkat tangan (sebelum ruku'), karena riwayat yang disunnahkan mengangkat tangan sudah masyhur.
Melakukan ruku'

Dalam ruku'nya, beliau Shallallahu Alaihi Wasallam membungkukkan punggungnya dengan meratakannya. Kepalanya juga rata dengan punggungnya(tidak mendongak, tidak juga terlalu menunduk). Seandainya wadah berisi air diletakkan di punggungnya, niscaya wadah Itu akan diam (tidak tumpah) (gambar 7)

Beliau memantapkan (telapak) kedua tangannya pada kedua lututnya, dengan bertumpu pada keduanya, sedangkan jari-jemari dibentangkan(tidak dikepalkan). Beliau menjauh (merenggangkan) kedua tangannya dari pinggangnya.(gambar 8 dan 9)
Melakukan ruku'

Terkadang beliau melamakan ruku'nya. Beliau mengingkari orang yang menyepelekan rukun-rukun sholat. Beliau pun melarang orang yang ruku atau sujud nya seperti burung gagak yang mematuk makanan, karena saking gerakan sholatnya terlalu cepat(tidak thuma'ninah)

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan agar mengagungkan Allah pada ruku', dan beliau pun mensyariatkan tasbih padanya dengan membaca

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

"Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung." (HR.Ahmad,Ibnu Majah,Abu Dawud dan Daruquthni) Dibaca 3x Atau lebih

Terkadang juga beliau membaca

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

"Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagiNya (HR. Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi) Dibaca 3x atau lebih

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam suka membaca dzikir-dzikir dan doa ruku' selain yang tersebut di atas. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang membaca al-qur'an pada ruku' dan sujud.

13. Mengangkat kepala dari ruku'

Mengangkat kepala dari ruku'

Kemudian beliau mengangkat kepalanya dari ruku', seraya mengangkat kedua tangannya sejajar kedua dengan bahu atau daun telinganya sambil membaca.(gambar 10 dan 11)

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

"Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini beliau baca ketika menjadi imam atau sholat sendiri. Kemudian berdiri tegak dengan sempurna, beliau membaca

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

"Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya (HR. Bukhari dan Muslim)

Terkadang beliau juga membaca

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

"Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu." (HR.Muslim)

Nabi tidak mensyari'atkan makmum untuk membaca

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

"Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya (HR. Bukhari dan Muslim)

Makmum hanya mengucapkan Tahmid(seperti bacaan Rabbana lakal hamdu). Dan ini dilakukan setelah mereka tegak berdiri dengan sempurna. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda

" apabila (Imam) mengucapkan "sami'allahu liman hamidah" maka ucapkanlah oleh kalian (para makmum) " rabbana walakal hamdu"(HR. Muttafaq 'Alaihi)

Baca juga : hadits-tentang-puasa-ramadhan

Tidak ada dalil yang mendukung pendapat bahwa seorang makmum disyariatkan membaca "sami'allahu liman hamidah". Kemudian meletakkan telapak tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kiri, atau diatas pergelangan tangannya, atau diatas hastanya, seperti yang ia lakukan ketika berdiri sebelum ruku'(gambar 12 dan 13) [ adapun syaikh al-albani dalam shifatu shalaatin nabi shallallahu Alaihi Wasallam membawakan dalil bolehnya menjulurkan tangan ke bawah]
Mengangkat kepala dari ruku'

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam suka melamakan rukun ini, sehingga seorang sahabat berkata," beliau telah lupa." beliau pun mengingkari orang yang meringankan rukun ini sehingga tidak thuma'ninah. Sebaliknya Beliau menyuruh thuma'ninah dan memerintahkan orang untuk tidak tergesa-gesa. Beliau melarang makmum untuk mendahului imam dalam mengangkat kepala dari ruku'. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengancam orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam dengan ancaman bahwa Allah akan mengubah wajahnya dengan wajah keledai (muttafaq 'Alaihi)

14. Membaca takbir dan turun sujud


Kemudian membaca takbir dan turun sujud (HR.abu ya'la danibnu khuzaimah). Mengangkat tangan ketika akan turun sujud tidak diriwayatkan dari nabi shallallahu Alaihi Wasallam. Bahkan Ibnu Umar berkata," nabi tidak melakukan yang demikian itu(mengangkat tangan) ketika akan sujud." padahal bisa saja beliau melakukannya sekali atau dua kali untuk menjelaskan kebolehan mengangkat tangan ketika akan sujud,(namun tidak ada riwayat yang menerangkan bahwa beliau melakukannya)

Turun sujud


Apabila turun sujud beliau Shallallahu Alaihi Wasallam mendahulukan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. Namun dalam keterangan lain dibolehkan tangan dahulu atau lutut dahulu.(gambar 14 dan 15).
Turun sujud

Lalu Beliau sujud dengan 7 anggota badannya, yakni wajah, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, dan ujung-ujung jari telapak kakinya. Beliau memantapkan dahi dan hidungnya ke bumi(tempat sujud)[HR. Abu Daud dan Tarmidzi]

Beliau mengangkat kedua Hasta nya menjauh dari lantai. Beliaupun merenggangkan kedua lengan atas nya dari lambungnya(HR. Abu Daud) dan menjauhkan Perutnya dari kedua pahanya. Nabi pun tidak merapatkan kedua paha dengan kedua betisnya.

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegakkan Kedua telapak kakinya Seraya bertumpu pada keduanya(HR. Al Baihaqi), lalu jari-jemarinya itu beliau hadapkan ke arah kiblat(HR. Al Bukhari) dengan menempelkan bagian dalam jemari-jemari kakinya ke bumi.(gambar 17)
melakukan sujud

Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bertumpu pada Kedua telapak tangan yang dibentangkan di atas lantai tidak dikepalkan, dan jari-jemari dirapatkan tidak direnggangkan. Kedua telapak tangan itu beliau hadapkan ke arah kiblat. Letakkan keduanya di atas bumi sejajar dengan kedua bahunya(HR.at tarmidzi) atau setentang dahinya, atau sejajar dengan kedua daun telinganya(HR. Abu Daud). Ketiga cara ini termasuk sunnah.

Nabi melarang orang yang membentangkan menghamparkan kedua sikunya menempel di bumi(tempat sujud) seperti yang biasa dilakukan anjing(muttafaq 'Alaihi)[ gambar 18]
Posisi sujud yang salah

Bacaan ketika sujud


سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

"Maha suci Rabb-Ku yang Maha Tinggi"(HR.Ahmad dan Ibnu Khuzaimah) 3x

Disukai membaca

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

"Maha suci engkau ya Allah,Rabb kami,dan dengan memuji-Mu ya Allah Ampunilah Aku." (Muttafaq 'alaih)

15. Duduk diantara dua sujud


Kemudian beliau mengangkat kepalanya Seraya bertakbir lalu duduk diantara dua sujud(muttafaq 'Alaihi). Nabi duduk iftirasy, yakni dengan membentangkan kaki kiri, dan beliau duduk di atasnya (gambar 19 dan 20)
Sementara telapak kaki kanannya beliau tegakkan seperti posisi telapak kaki ketika sujud.(gambar 19). Adapun kedua tangannya beliau letakkan di kedua pahanya Seraya membentangkan jari-jemari tidak dikepalkan(gambar 20)
Duduk diantara dua sujud

Bacaan duduk diantara dua sujud


رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي.

"Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad).

Terkadang beliau membaca

رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي

"Wahai Rabbku ampunilah aku, wahai Rabbku ampunilah aku."(HR.Abu Dawud dan Al hakim)

16. Sujud Untuk kedua kalinya


Kemudian beliau sujud untuk kedua kalinya Seraya bertakbir. Beliau melakukan sujud kedua ini sebagaimana yang beliau lakukan pada sujud yang pertama.

Sampai disini sempurna 1 rakaat

17. Bangkit seraya bertakbir


Kemudian beliau bangkit Seraya bertakbir sambil bertumpu pada kedua lututnya, bukan bertumpu pada lantai. Kemudian beliau melakukan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja tanpa takbiratul Ihram, tanpa doa iftitah, dan tanpa membaca ta'awudz.(HR.muslim)(gambar 22-23)
Bangkit seraya bertakbir

Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan duduk istirahat setelah rakaat pertama atau setelah rakaat ketiga kecuali di akhir hayat beliau.(HR.Al-bukhari dan Abu Daud). Dan ini bisa terjadi. Ada masalah ini ada berbagai penafsiran

Pada rakaat kedua ini beliau melakukan hal yang serupa dengan apa yang beliau lakukan pada rakaat pertama hanya saja lebih ringkas.(HR. Muslim dan Ahmad)

18. Duduk untuk Tasyahud awal


Setelah rakaat kedua selesai beliau duduk untuk Tasyahud awal. Ini beliau lakukan jika sholat yang dikerjakan adalah sholat yang memiliki dua tasyahud, seperti dzuhur, ashar, maghrib dan Isya. Pada Tasyahud awal ini beliau duduk iftirasy seperti pada duduk diantara dua sujud.(HR. Al Bukhari)
(gambar 24 dan 25)
Duduk untuk Tasyahud awal

Kemudian beliau membaca

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

"Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah.”(HR.Muslim)

Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam membentangkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya dan beliau mengepalkan seluruh jari jemari tangan kanannya.(gambar 26)

Beliau berisyarat dengan telunjuknya ketika menyebut nama Allah ta'ala atau ketika membaca dua kalimat syahadat. Kadang-kadang atau menggenggam kan jari manis dan kelingking nya lalu menyentuhkan ujung jari tengah dengan ujung ibu jarinya sehingga membentuk lingkaran ,sementara telunjuknya diangkat.(gambar 27 dan 28)
Berisyarat dengan jari telunjuk

Beliau melarang Duduk seperti anjing dengan melekatkan pantat ke lantai, sementara kedua betis ditegakkan dan kedua tangannya diletakkan di lantai, inilah duduk iq'aa' yang dilarang.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam meringankan duduk Tasyahud awal seakan-akan beliau duduk di atas batu yang panas

19. Bangkit untuk rakaat ketiga


Kemudian beliau bangkit untuk rakaat ketiga Seraya bertakbir. Dalam bangkitnya beliau bertumpu pada lututnya tidak pada lantai.

Kemudian pada rakaat ketiga atau keempat, surah al-fatihah dan tidak membaca ayat apapun setelahnya, karena tidak diriwayatkan dari nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau membaca ayat atau surah yang lain pada dua rakaat terakhir setelah Tasyahud awal

Kemudian beliau melakukan rakaat ke-4 sebagaimana beliau melakukan rakaat ketiga. Beliau melakukan rakaat ketiga dan keempat ini lebih ringan dari pada rakaat pertama dan kedua.

20. Tasyahud akhir


Setelah melakukan rakaat ke-4 pada salat zuhur, ashar dan Isya, atau setelah rakaat ketiga pada shalat maghrib dan setelah rakaat kedua seperti pada salat subuh,jumat dan salat dua hari raya, maka beliau duduk untuk Tasyahud akhir, nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membaca bacaan pada Tasyahud awal kemudian dilanjutkan dengan membaca shalawat untuk Nabi shallallahu Alaihi Wasallam. Bacaan salawat ini ialah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

"Ya Allah, curahkanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau telah menganugerahkan salawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji Maha mulia. Ya Allah, ah ah kan lah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau telah menganugerahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya engkau maha terpuji Maha mulia."(muttafaq 'Alaihi)

Baca juga : tata-cara-sholat-dhuha

Pada Tasyahud akhir ini, terkadang nabi duduk tawarruk(HR. Al Bukhari), yakni dengan menempelkan pantat kiri ke lantai dan mengeluarkan tapak kaki kiri dari satu arah, sedemikian rupa sehingga kaki kiri beliau berada di bawah paha dan betis nya yang kanan, sementara itu telapak kaki kanannya ditegakkan(gambar 29). Terkadang nabi pun duduk iftirasy seperti Tasyahud awal.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memegang lutut kirinya dengan telapak tangan kirinya Seraya menahan beban tubuh dengan nya(HR. Muslim)[ gambar 30]
Tasyahud akhir


21. Memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara


Setelah selesai membaca Tasyahud akhir, maka beliau memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara, beliau membaca

الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari siksa jahannam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, serta keburukan fitnah Al Masih ad Dajjal."(HR. Muslim)

22. Berdoa untuk dirinya sendiri sebelum salam


Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa untuk dirinya sendiri sebelum salam. Sebagian doa yang beliau lihatkan adalah

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ يا اللَّهُ بأنَّكَ الواحدُ الأحدُ الصَّمدُ، الَّذي لم يَلِدْ ولم يولَدْ ولم يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أن تغفِرَ لي ذُنوبي، إنَّكَ أنتَ الغَفورُ الرَّحيمُ

‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ya Allah, Yang Maha Esa lagi tempat bergantungnya seluruh makhluk, Yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

“Apabila salah seorang di antara kalian shalat maka hendaklah ia memulai dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi صلى الله عليه و سلم kemudian berdoalah setelah itu dengan doa yang ia kehendaki“. (HR. At-Tirmidzi)

23. Diakhiri salatnya dengan salam


Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengakhiri salatnya dengan salam maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memalingkan wajahnya ke kanan Seraya mengucapkan

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

"Kesejahteraan dan rahmat Allah semoga tercurah atas kalian ."

Beliau memalingkan wajahnya ke kanan sehingga terlihat pipinya yang putih, demikian pula Ketika memalingkan wajahnya ke kiri maka terlihatlah pipi kirinya yang putih(gambar 31 dan 32)
Diakhiri salatnya dengan salam

Itulah yang dapat saya sampaikan, kebenaran datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala dan kekhilafan datangnya dari saya mohon jika ada kekurangan kiranya dimaafkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel