Kapan Adzan di Syariatkan

Kapan Adzan  di Syariatkan

Kapan Adzan Mulai Disyari'atkan - Terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan sejarah disyariatkannya adzan untuk panggilan shalat berjamaah. Ada yang menyebutkan syariat adzan pertama kali pada tahun kedua Hijriyah, ada juga yang mengatakan sejak di Mekkah sebelum hijrah. Namun riwayat yang paling kuat adalah riwayat yang menyatakan adzan awal kali dikumandangkan adalah di Madinah pada tahun pertama Hijriyah. Pendapat ini didasari oleh hadits Rasulullah saw

"Dari Abdullah ibn Umar, dia mengatakan: Dulu orang-orang ketika datang ke Madinah berkumpul-kumpul dan saling mengingatkan untuk melaksanakan shalat. Tidak ada seorang pun (yang secara khusus) memanggil untuk shalat. Dalam suatu kesempatan, mereka membincangkan hal ini. Sebagian mereka menagatakan: “buat saja lonceng seperti loncengnya orang Nashrani untuk memanggil shalat. Sebagian yang lain mengatakan: buat saja terompet seperti terompetnya orang Yahudi. Kemudian Umar ibn Khattab berkata: Kenapa tidak kalian angkat saja satu orang untuk menyeru (memanggil) untuk shalat? Akhirnya Rasulullah saw. berkata: “wahai Bilal, bangkitlah, dan serulah untuk shalat”. Kemudian datanglah kabar mimpinya Abdullah ibn Zaid, dia menceritakan: Ketika Rasulullah saw. memerintahkan untuk membuat lonceng untuk dipukul agar orang-orang berkumpul untuk untuk shalat, ada seorang yang mengelilingiku dengan membawa lonceng dan saya dalam keadaan tidur. Kemudia saya berkata kepadanya: “wahai hamba Allah, apakah kamu menjual lonceng? Dia balik bertanya: “ akan engkau buat apa loncengnya?” saya menjawab: “akan saya pakai untuk memanggil (menyeru) shalat. Kemudian dia berkata: “ maukah akau tunjukkan kepadamu (cara memanggil untuk shalat) yang lebih baik dari lonceng?” saya menjawa: “tentu”. Dia berkata: kamu ucapkan, Allahu akbar, Allahu akbar, dan kemudian menyebutkan lafadz adzan dan iqamah”. Ketika pagi hari saya mendatangi Rasulullah saw. dan mengabarakan peristiwa yang saya mimpikan. Rasulullah saw. bersabda: “sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar – insyaAllah- bangkitlah bersama Bilal, dan sampaikan (ajarkan) kepadanya apa yang kamu mimpikan agar dia mengumandangkan adzan dengan lafadz tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mulai saat itulah (pada masa Rasulullah) adzan disyariatkan sampai hari ini, dan ulama semua sepakat tentang pensyariatannya dan tidak ada perselisihan.

Allahu a'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel