Berapa Jumlah Adzan Pada Shalat Jum'at ?

Jumlah Adzan Pada Shalat Jum'at

Jumlah Adzan Pada Shalat Jum'at - Adzan pada shalat jumat adalah salah satu persoalan fikih yang sering dibincangkan oleh umat Islam. Baik di kalangan ulama maupun di kalangan awam. Ada sebagian masjid yang mengamalkan satu kali adzan dan ada yang mengamalkan dua kali adzan. Walapun ini termasuk masalah khilafiyah klasik, tapi ada baiknya persoalan ini dibahas lebih detai menurut ulama madzhab.

Muncul polemik di masyarakat muslim kita mengenai berapa kali adzan pada shalat jum'at yang sesuai sunnah ? jawabannya tentu kita lihat kepada awal mula adzan pada masa rasulullah dan pada masaa para sahabat.Mari simak ulasannya.

Secara umum pelaksanaan shalat jum’at dengan dua adzan sebagaimana yang dilakukan pada masa khalifah Utsman ibn Affan lebih banyak disukai oleh para ulama madzhab dengan rincian sebagai berikut;

Madzhab Hanafi berpendapat, adzan pertama pada shalat jumat ini dijadikan patokan untuk meninggalkan jual beli dan bersegera menuju shalat Jum’at. Hal ini sebagaimana yang disebutkan Ibn ‘Abidin

"Dan wajib bersegera menuju shalat juma’at dan wajib meninggalkan perniagaan dengan adzan pertama, ini pendapat yangpaling shahih menurut madzhab, walaupun hal ini belum ada pada zaman Rasulullah saw., dan baru ada pada zaman Utsman ibn Affan. Kemudian adzan kedua dikumandangkan di hadapan Khatib (ketika naik minbar)”

Begitupun madzahab Maliki, mereka juga mengamalkan syariat adzan dua pada shalat Jumat. Syihabidin al-Maliki mengatakan

"Shalat Jumat itu memiliki dua adzan: yang pertama dilakukan di atas menara, dan yang kedua di hadapan Imam (khatib) ketika telah naik di atas minbar, ketika selesai, maka dimulai khutbah.”

Dalil tentang dua adzan ini sebagaimana dalam hadis dari Saib ibn Yazid

"Dari As-Saib ibn Yazid dia berkata: Dahulu adzan pada hari Jumat pertamanya ketika imam duduk di atas minbar, pada masa Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar ra. Ketika pada masa Utsman umat iIslam semakin banyak, maka ditambah menjadi tiga yang dilakukan di tempat keramaian. (HR. Bukhari)

Yang dimaksud tiga panggilan dalam hadis ini adalah dua adzan dan satu iqamah.

Hanya saja, Imam malik ketika ditanya tentang adzan mana yang diharamkan jual beli, beliau mengatakan adzan dimana Imam naik ke atas minbar

"Imam Malik ditanya tentang adzan mana yang ada larangan bagi umat Islam melakkan jual beli?, beliau menjawab: adzan yang dikumandangkan ketika imam duduk di atas minbar (adzan kedua).

Sebagian madzhab Syafi’i berpendapat lebih baik satu adzan, dan sebagian yang lain mengamalkan dua adzan. Riwayat di dalam kitab Al-Bayan menyebutkan

al-Muhamili berkata: Imam asy-Syafi’i berkata: saya lebih suka shalat Jum’at diadzani dengan adzan pertama yaitu ketika Imam di atas minbar Sebagaimana hadis as-Saib ibn Yazid: Dahulu adzan Jumat pada masa Rasulullah saw. Abu Bakr dan Umar ketika imam berada di atas minbar dengan satu adzan. Ketika pada masa Ustman, orang-orang (kaum muslimin) sudah benyak jumlahnya, maka dia memerintahkan untuk dilakukan adzan ke dua, kemudian dilakukanlah adzan tersebut. Dan adzan Utsman dilakukan di keramaian seperti penduduk pasar

Imam Syafi’i berkata lagi: "Saya lebih suka melakukan apa yang dilakukan pada masa Rasulullah saw. Abu Bakr dan Umar"

Itu lah penjelasan singkat adzan pada ahalat jum'at,smoga sedikit tercerahkan,tentunya kita tidak bisa memaksakan pendapat kita terhadap orang lain,karena mereka juga sama-sama mempunyai hujjah/dalil.

Semoga bermanfaat.Allahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel