Cara Adzan Sholat Fardhu Yang Benar

Cara Adzan Sholat Fardhu Yang Benar

Mungkin sebagian kita belum tahu,sebenarnya dalam mengumandangkan adzan terdapat beberapa sunnah-sunnah yang telah di ajarkan oleh baginda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallm yang di jelaskan di dalam beberapa hadits.Untuk itu,Apa sajakah Sunah-Sunah di Dalam Mengumandangkan Adzan tersebut?Mari simak penjelasan singkatnya.

1. Menghadap Kiblat

Berikut dalil yang menjelaskan tentangnya:

"bahwa para muadzin Rasulullah saw. mereka mnegumandagkan adzan dengan menghadap kiblat. (HR. Al-Hakim)

Baca juga : Hukum Rokok Dalam Islam Beserta Dalilnya

2. Tartil atau Tarassul

Tarassul adalah berhenti sejenak pada setiap dua kalimat takbir atau perkalimat selain takbir dengan durasi lebih kurang bisa untuk menjawab atau mengulang kalimat adzan yang sama. Contoh. Allahu akbar Allahu akbar (berhenti ) Allahu akbar Allahu akbar. Asyhadu alla ilaha illaallah (berhenti) Asyhadu alla ilaha illaallah, dst.

"jika kamu adzan, maka tarassul-lah”

Dalam Keadaan Suci

Dijelaskan dalam hadits berikut;

"tidak boleh mengumandangkan adzan kecuali orang yang berwudhu (suci)” (HR. At-Tirmidzi)

3. Suara Yang Bagus Dan Jauh

sesungguhnya saya melihatmu suka kambing dan padang rumput (gembala), jika kamu sedang berada di tempat gembalamu kemudia kamu beradzan untuk shalat, maka angkatlah suaramu untuk memanggil. Karena sesungguhnya jika jin dan manusia mendengar sejauh suara muadzin, pasti akan menjadi saksi pada hari kiamat.”

4. Menutup Lubang Telinga Dengan Ujung Jari

"sesungguhnya Rasulullah saw. memerintahkan Bilal untuk meletakkan dua jarinya dikedua telingannya, kemudian beliau bersabda: “itu akan menjadikan suaramu lebih tinggi.” (HR. Ibnu Majah)

5. Adzan Dengan Berdiri Tegak

Dalilnya

"berdirilah wahai Bilal, dan kumandangkanlah adzan untuk shalat.” (muttafaq ‘alaihi)

6. Yang Iqamah Adalah Yang Adzan

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ziyad ibn al-Harits ash-Shuda’i, ketika dia mengumandangkan adzan dan kemudian Bilal ingin mengumandangkan iqamahnya, maka Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya saudara Shuda’ dia yang telah mengumandangkan adzan, siapapun yang mengumandangkan adzan maka dia yang melakukan iqamah.” (HR. Ahmad)

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah sedikit pengetahuan kita tentang sunnah-sunnah di dalam mengumandangkan adzan.

Allahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel