Jenis-Jenis Harta Riba Dalam Islam

Jenis-Jenis Harta Riba Dalam Islam

Jenis-jenis harta Riba' menurut pandangan islam berikut contohnya akan saya paparkan dengan terperinci dan jelas di bawah ini.Tidak semua barang terkena pasal riba’,akan tetapi riba’ berlaku pada barang-barang yang disebutkan dalam hadist dibawah ini dan apa yang di indukkan padanya.

Dari Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Emas ditukar dengan emas,perak ditukar dengan perak,gandum ditukar dengan gandum,jelai ditukar dengan jelai,kurma ditukar dengan kurma, dan garam ditukar dengan garam.Keduanya harus semisal(takaran/jumlahnya) dan sama persis serta diserahterimakan secara langsung.Dan bila jenis barang tersebut berbeda,maka juallah sesuka kalian asalkan diserahterimakan secara langsung.”(HR.muslim)

Penjelasan dari hadis diatas adalah:

1. Menetapkan barang-barang yang berlaku padanya hukum riba’,yaitu emas,perak,gandum,jelai,kurma dan garam.

Apakah riba hanya berlaku pada enam jenis barang ini ?

Jumhur Ulama berkata Tidak ! Dan ini pendapat yang paling shahih.Menurut Jumhur Ulama barang-barang yang disebutkan diatas adalah dasar jenis barang.Barang lainya bisa di kiyaskan,disamakan dengan enem jenis barang tersebut bila memiliki kesamaan ‘iliat(alasan) diharamkannya riba’ pada emas dan perak berbeda dengan ‘iliat pada keempat jenis barang selainnya.

Pendapat yang shahih untuk ‘iliat riba’ pada emas dan perak adalah dahulu keduanya dipakai sebagai alat pembayaran tunai.Syaikh Ibnu Fauzan berkata,”Pendapat yang shahih pada keduanya adalah karena merupakan alat pembayaran tunai,sehingga semua yang termasuk alat pembayaran tunai diqiyaskan kepa da emas dan perak.”

Sedangkan ‘iliat pada keempat jenis barang lainnya yaitu gandum,jelai,kurma dan garam,pendapat yang paling shahih menurut penulis adalah pendapat dari Imam Malik yaitu karena semuanya masuk al-iqyat wa al-iddikhar(bahan makanan pokok dan dapat disimpan).

Syaikh Ibnu Bassam berkata tentang pendapat para ulama mahzab maliki,”menurut mereka empat jenis barang diatas disebutkan untuk menunjukkan apa yang semakna dengannya.Gandum dan jelai termasuk biji-bijian,kurma termasuk manis-manisan seperti gula dan madu, sedangkan garam untuk kategori rempah-rempah.(Tafsir Allam Syarh Umdatul Ahkam).Wallahu a’lam

2. Riba ada dua macam yaitu:

Riba fadhl( kelebihan) yang diambil dari ucapan Nabi shalallahu alaihi wa sallam,”Maka keduanya(jenis barang) harus semisal dan sama persis.”yang menunjukkan dilarang adanya kelebihan pada salah satu jenis barang.

Defiisinya adalah Menukar salah satu jenis barang riba’ dengan jenis barang yang sama dan salah satunya lebih berat atau lebih banyak dari lainnya.

Contoh beras 5 kg ditukar dengan beras 6 kg,maka 1 kg kelebihan disini adalah riba’.

Riba Nasi’ah juga diambil dari ucapan Nabi shalallahu alaihi wa sallam,”Serta diserahterimakan secara langsung.” Yang menunjukkan larangan penundaan dari salah satu jenis barang.

Definisinya adalah menukar salah satu jenis barang riba’ dengan jenis barang yang sama dan salah satu barang dari keduanya tidak diserahkan saat akad.contoh menukar beras 5 kg dengan beras 5 kg,5 kg beras yang pertama langsung diserahkan saat akad dan 5 kg yang kedua ditunda.berarti disini ada penundaan dan termasuk kedalam riba Nasi’ah.

3. Bila satu jenis barang berlaku padanya hukum riba, dan ditukar dengan jenis barang itu sendiri,contohnya gandum ditukar dengan gandum,maka untuk selamat dari riba’ dibutuhkan dua syarat, yaitu:

• Kesamaan jumlah barang(tamatsul)

• Serah terima barang secara tunai(taqabudh)

Mutu atau kualitas barang tidak di pertimbangkan dalam masalah ini.

4. Bila suatu jenis barang berlaku hukum riba’ padanya ditukar dengan barang jenis lain yang memiliki kesamaan ‘ilat,misal emas ditukar dengan perak.Maka untuk selamat dari riba’ dibutuhkan satu syarat saja yaitu serah terima barang dilakukan secara langsung dan tunai.Hal ini berdasarkan hadist nabi shalallahu alaihi wa sallam,”Da bila jenis barang berbeda,maka juallah sesuka kalian asalkan diserahterimakan langsung.”

5. Bila satu jenis barang yang berlaku hukum riba’ padanya ditukar denga barang lain yang memiliki perbedaan ‘iliat,misal emas ditukar dengan gandum maka kedua syarat diatas tidak diperlukan artinya akad ini bersih dari riba’.Maka ini sama halnya dengan jual beli biasa.Yang perlu di ingat disini adalah hanya salah satu yang bolehdi tunda penyerahannya atau pembayarannya.

6. Bila satu barang tidak berlaku padanya hukum riba’,dan ia bukanlah barang yang disebutkan dalam hadist dan bukan barang yang di qiyaskan kepadanya,maka hukum riba tidak berlaku padanya,jadi boleh menukar satu sepeda dengan dua sepeda misalnya.

Dalilnya adalah dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash,”bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyiapkan pasukan,namun jumlah unta tidak mencukupi untuk anggota pasukan,lalu Nabi shalallahu alaihi wa sallam memerintahkannya untuk membeli unta unta muda secara tunda (kredit/utang) yang akan dibayar dengan unta-unta zakat manakala ia datang.Aku berkata,”Aku membeli seekor unta dengan dua ekor unta dari unta-unta zakat.”(HR.Al Hakim&Baihaqi)

Catatan:

Emas dan perak memiliki kesamaan ‘iliat(alasan) hukum.
Gandum,jelai,kuram dan garam memiliki kesamaan ‘iliat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel