Hukum Shalat Dengan Imam Yang Tidak Fasih Bacaan Al-Fatihahnya

Hukum Shalat Dengan Imam Yang Tidak Fasih Bacaan Al-Fatihahnya

Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan di mesjid secara bersama-sama.Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam memerintahkan dan menganjurkan dan memberikan penekanan khusus kepada umatnya untuk melakukan shalat berjamaah karena memiliki keutamaan dua puluh tujuh kali lipat bila dibanding shalat sendirian.

Di riwayatkan dari hadits Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"

"Shalat jama’ah melebihi shalat sendirian dengan (pahala) dua puluh tujuh derajat."(Muttafaqun ‘alaih)

Dalam shalat berjamaah akan terasa sangat indah dan khusuk bila kita mendengarkan bacaan Al-Qurannya yang merdu,sehingga kita ikut merasakan nikmatnya shalat dengan bacaan Al-qur'an yang dapat menyentuh hati.

Namun pada era saat ini tidak sedikit kita temui imam shalat yang belum mampu membaca Al-Quran dengan fasih.

Muncul pertanyaan,apakah bacaan al-fatihah kita sudah benar ?

apakah hukum bacaan al-fatihah dalam shalat ?

Serta bagaimana cara kita menyikapi situasi seandainya imam tidak fasih dalam bacaan al-fatihahnya?

Mayoritas ulama' menjelaskan bahwa tidak sah shalat seseorang jika ia mengikuti imam yang tidak fasih dalam membaca surah Al-Fatihah,orang yang seperti ini tidak boleh dijadikan imam dan orang yang menjadi makmumnya juga shalatnya tidak sah

Namun jika yang menjadi makmun adalah orang yang kemampuan membaca Al-fatihahnya sama dengan imam atau lebih buruk darinya maka shalatnya sah.

Apabila seseorang menjadi imam untuk orang yang lebih fasih bacaan Al-Fatihahnya maka makmum tersebut tidak sah shalatnya.

Namun Jika imam fasih bacaan Al-Fatihahnya dan tidak fasih membaca selain surah Al-fatihah,maka shalatnya sah.karena itu merupakan rukun shalat,yang apabila ia salah maka akan batal shalatnya.

Dikutip dari perkataan Imam Nawawi rahimahullah "Jika kesalahannya merubah makna maka sah shalatnya dan orang yang shalat bermakmum di belakangnya, karena meninggalkan bacaan surat (selain Al-Fatihah) tidak membatalkan shalat dan tidak ada larangan bermakmum dengannya."

Jika di suatu masjid telah ditentukan seorang imam shalat fardhu,maka yang paling berhak menjadi imam adalah imam tersebut.Dan orang lain tidak boleh mendahuluinya menjadi imam shalat di tempat terebut kecuali atas izinnya

Ibnu Umar RA pernah singgah di sebuah lahan tanah miliknya dan ada sebuah masjid disebelahnya, di masjid tersebut bekas budaknya biasa shalat di sana.Saat shalat tiba jamaah di sama memintanya untuk menjadi imam. Lalu Ibnu Umar berkata: "shahibul masjid lebih berhak."

Dari Ibnu Qudamah rahimahullah,ia berkata,"Imam masjid lebih berhak menjadi imam". Serta Imam Nawawi rahimahullah juga menjelaskan "Sesungguhnya penghuni rumah dan majelis lebih berhak, dan imam masjid lebih berhak dari orang lain."

Untuk kareteria pemilihan imam itu sendiri adalah orang yang paling fasih bacaan Al-Qurannya,paling banyak hafalannya serta yang paling banyak menguasai ilmu agama.

Karenanya seorang imam hendaknya telah memiliki kemampuan membaca Al-Quran yang baik, fasih dan shalih.

Seperti kisah ‘Amr bin Salamah saatfathu makkah , dia memiliki banyak hafalan Al-Quran yang baik seakan melekat dalam dada dan kepalanya.

Pada suatu hari saat akan melaksakan shalat ‘Amr bin Salamh ditunjuk menjadi imam, karena beliau orang yang paling banyak hafalannya, padahal umurnya baru sekitar enam atau tujuh tahun.

Allah SWT memerintahkan kita agar membaca Al-Quran dengan tartil, baik dan benar secara tajwid.

"Dan bacalah Al-Quran dengan tartil." (QS. Al-Muzzammil: 4)

"Tartil di sini adalah membaca huruf dengan baik dan mengenal waqaf."

Untuk itu baiknya kita memperhatikan ungkapan Imam Ibnu Jazari rahimahullah:

Siapa yang tidak mentajwidkan Al-Quran dia berdosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkannya dengan tajwid.Dan begitulah Al-Quran sampai kepada kita.

Jadi hendaknya kita terus berusaha dan bersungguh-sungguh untuk mempelajari ilmu al-quran termasuk cara membacanya

Semoga Allah Swt selalu mengarahkan kita untuk lebih dekat dan cinta terhadap Al-Quran.Dan juga semoga dengan penjelasan singkat ini,kita dapat mengambil pelajaran dan ilmu yang sewaktu-waktu dapat langsung kita terapkan di masyarakat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel